Bank Syariah Indonesia

Icon

Mari belajar perbankan syariah

Tafsir Al Baqarah Ayat 275

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لاَ يَقُومُونَ إِلاَّ كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُواْ إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا وَأَحَلَّ اللّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا فَمَن جَاءهُ مَوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّهِ فَانتَهَىَ فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللّهِ وَمَنْ عَادَ فَأُوْلَـئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

[2:275] Orang-orang yang makan (mengambil) riba(1) tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila(2). Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu(3) (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

Catatan Kaki:

  1. Riba itu ada dua macam: nasiah dan fadhl. Riba nasiah ialah pembayaran lebih yang disyaratkan oleh orang yang meminjamkan. Riba fadhl ialah penukaran suatu barang dengan barang yang sejenis, tetapi lebih banyak jumlahnya karena orang yang menukarkan mensyaratkan demikian, seperti penukaran emas dengan emas, padi dengan padi, dan sebagainya. Riba yang dimaksud dalam ayat ini riba nasiah yang berlipat ganda yang umum terjadi dalam masyarakat Arab zaman jahiliyah.
  2. Maksudnya: orang yang mengambil riba tidak tenteram jiwanya seperti orang kemasukan syaitan.
  3. Riba yang sudah diambil (dipungut) sebelum turun ayat ini, boleh tidak dikembalikan.

Bagaimana ulama menafsirkan ayat tersebut? Simak penafsiran Ibnu Katsir berikut ini.

Kali ini kita akan mengupas lebih lanjut tentang penafsiran surat Al Baqarah ayat 275 menurut Ibnu Katsir. Melalui ayat ini, Allah menceritakan bahwa seorang pemakan riba akan dibangkitkan pada hari kiamat layaknya orang gila yang mengamuk seperti kesurupan setan. Ibnu Jarir meriwayatkan dari Ibnu Abbas juga berkata pada hari kiamat akan dikatakan kepada pemakan riba, “Ambillah senjatamu untuk berperang! (Allah dan Rasul-Nya menantang mereka untuk berperang dengan-Nya dikarenakan mereka tidak berkenan untuk meninggalkan sisa riba dan mereka tidak memiliki senjata apapun selain berharap perlindungan dari azab Allah) Ibnu Abbas membaca ayat ke 275 dari surat Al Baqarah tersebut, lalu dikatakan juga hal itu terjadi pada saat mereka dibangkitkan dari kubur”.

Allah menegaskan bahwa telah dihalalkan jual-beli dan diharamkan riba. Orang-orang yang membolehkan riba dapat ditafsirkan sebagai pembantahan hukum-hukum yang telah ditetapkan oleh Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Riba yang dahulu telah dimakan sebelum turunya firman Allah ini, apabila pelakunya bertobat, tidak ada kewajiban untuk mengembalikannya dan dimaafkan oleh Allah. Sedangkan bagi siapa saja yang kembali lagi kepada riba setelah menerima larangan dari Allah, maka mereka adalah penghuni neraka dan mereka kekal di dalamnya.

Ummu Bahnah, ibu dari Zaid bin Arqam, berkata kepada Aisyah, istri Nabi Muhammad, “Sesungguhnya aku menjual Zaid sebagai budak kepada Atha’ dengan harga 800 dinar. Lalu, Zaid memerlukan uang hasil penjualannya. Maka, aku membelinya kembali sebelum jatuh tempo dengan harga 600 dinar”. Aisyah berkata, “Alangkah buruknya pembelianmu, alangkah buruknya pembelianmu itu. Sampaikannya kepada Zaid bahwa dia benar-benar telah menghapuskan pahala jihadnya bersama Rasulullah SAW, sungguh dia telah menghapuskannya, jika dia tidak bertobat”. Lalu, Ummu Bahnah bertanya kembali kepada Aisyah, “Bagaimana pendapatmu jika aku akan meninggalkan yang 200 dan mengambil yang 600?” Aisyah membolehkannya sambil berkata, “Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu berhenti, maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu”.

Rasulullah juga bersabda, “Barangsiapa yang tidak meninggalkan mukhabarah, maka maklumkanlah perang kepadanya dengan Allah dan Rasul-Nya”. Hadist ini diriwayatkan oleh Hakim dalam Mustadrak-nya. Hadist ini dinyatakan sahih apabila menggunakan krteria Imam Muslim, meskipun Muslim sendiri tidak meriwayatkannya. Lalu, apa itu mukhabarah? Mukhabarah ialah menyewakan tanah dengan imbalan sebagian hasil buminya. Ada juga istilah muzabanah yang artinya adalah menjual kurma basah yang masih ada di pohonnya dengan kurma kering yang sudah ada di atas tanah. Lalu, ada juga istilah muhaqalah yang artinya adalah membeli biji yang masih melekat pada bulirnya di ladang dengan biji yang sudah ada di atas tanah. Semua itu merupakan praktek riba yang diharamkan.

Masalah riba merupakan masalah yang pelik bagi mayoritas ulama. Berhubung penerapannya dalam jaman modern ini akan bervariasi, maka perlu diperhatikan untuk selalu menjaga dari praktek riba, termasuk dalam perbankan, agar terhindar dari hal-hal yang diharamkan maupun yang syubhat (perkara yang hukumnya berada di antara halal dan haram).

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Akan datang suatu masa di mana manusia banyak memakan riba”. Abu Hurairah berkata, “Rasulullah ditanya, ‘Apakah seluruh manusia?’” Beliau menjawab, “Orang yang tidak memakannya pun akan terkena debunya”. Hadist ini diriwayatkan juga oleh Abu Daud, Nasa’i dan Ibnu Majah. Setelah turunnya ayat-ayat mengenai riba yang terdapat pada akhir surat Al Baqarah, beliau melanjutkannya pula dengan mengharamkan perdagangan khamar. Dari Ali dan Ibnu Mas’ud dikatakan dari Rasulullah, “Allah melaknat pemakan riba, yang mewakili transaksi riba, dua saksinya, dan orang yang menuliskannya”.

Wallahu A’lam.

Referensi:
Muhammad Nasib Ar-rifa’i, Kemudahan Dari Allah – Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1, Gema Insani, 1999

Filed under: Dasar Hukum, , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: